BERAGAMA DENGAN PRINSIP MODERASI

#DAY20 BERAGAMA DENGAN PRINSIP MODERASI

         Moderasi agama adalah jalan tengah yang mengedapankan nilai keadilan, dimana beragama atau berperilaku sesuai dengan porsi yang telah ada. Tidak ada intrik untuk melebihkan atau mengurangi sebuah ajaran sebagaimana yang banyak terjadi di era saat ini. Dengan moderasi agama, kita akan menjalankan agama sesuai dengan apa yang telah dibawa oleh Nabi Muhammadid kepada kita. 

        Moderasi agama ibarat perintah makan dan minum tanpa harus berlebih-lebihan (Al-A'raf : 31). Kita tentu tahu bahwa radikalisme agama, atau konflik kekerasan yang banyak terjadi karena adanya prilaku berlebihan sehingga mereduksi nilai keadilan sebagai pondasi utama bermasyarakat. Agama dalam hal ini juga tentu harus dipahami dengan pemahaman yang adil agar tidak menimbulkan prilaku yang berujung pada konflik.

Agama yang tidak dijalankan dengan adil akan membuat agama itu menjadi dagangan untuk mengelabui fakta yang ada. Oleh sebab itulah, ketika agama diangkat sebagai isu yang menyebabkan kekacauan akan serta-merta dibenarkan tanpa pengetahuan dan proses dialog terlebih dahulu. Agama hanya akan dikooptasi sebagai barang untuk membenarkan segala tindakan yang dilakukan, sehingga banyak kelompok yang memiliki kepentingan menjadikan agama sebagai pendorong untuk menimbulkan kekacauan demi tercapainya sebuah kepentingan.

Sebagai umat beragama, tugas kita adalah menyampaikan agama sebagai sebuah ajaran yang mencerahkan pikiran dan tindakan dalam konteks apapun. Agama harus mampu menghadirkan rasa adil agar setiap konflik yang muncul bisa menemukan penyelesaian. Agama harus dijadikan jalan untuk menemukan masalah kesejahteraan dan ketertindasan agar konflik kekerasan tidak terus muncul. Sekali lagi, fungsi agama adalah untuk mencerahkan kehidupan manusia. Bukan sebagai komiditas murah yang diperjualbelikan untuk dijadikan alat memuluskan kepentingan.







#KKL-DR2020
#IAINPADANGSIDIMPUAN

Komentar

Posting Komentar