Wabah Penyakit Covid-19 dalam Pandangan Islam
#DAY17 Wabah Penyakit Covid-19 dalam Pandangan Islam
Tema : Relasi Agama dan Sains
Nama : Nurindah Nasution
NIM
: 1740100255
Prodi
: Perbankan Syariah
Kel : 39
Penyakit Covid-19 ini memang sangat mirip kasusnya seperti wabah penyakit yang menyerang kaum muslim di masa lalu. Misalnya dalam sejarah Islam bisa kita simak tentang wabah penyakit yang terjadi pada masa kaum muslimin menaklukkan Irak dan Syam. Setelah Peperangan yang sangat sengit di Yarmuk, kemudian kaum muslimin menetap di Negeri Syam. Setelah itu datanglah wabah penyakit korela yang menelan kurang lebih 25.000 jiwa pada saat itu.Oleh karena itulah tidak heran jika para ulama, kyai, ustadz, peneliti dan yang lainnya mengaitkan peristiwa ini dengan wabah penyakit Covid-19. Karena memang wabah penyakit tersebut secara sekilas sangat mirip dengan wabah Covid-19 yang terjadi saat ini yang menelan puluhan ribu jiwa.
Saat ini manusia banyak
membicarakan tentang suatu musibah yang besar yang ditakuti oleh kebanyakan
manusia, yaitu virus yang terkenal dengan virus Corona. Yang mana manusia
banyak membicarakan tentang pengaruh dan bahaya yang ditimbulkan oleh virus
ini. Juga mereka membicarakan tentang cara untuk menghindar dan selamat dari
virus tersebut. Kemudian beliau memaparkan tentang petunjuk-petunjuk
Al-Qur’andan cara-cara yang dapat menerangkan jalan seorang mukmin untuk
menghadapi permasalahan seperti ini. Diantara petunjuk-petunjuk Al-Qur’an yang
sangat agung yaitu bahwasanya seorang hamba tidak akan ditimpa suatu musibah
kecuali Allah telah menuliskan dan mentakdirkan musibah tersebut. Allah SWT.
berfirman:
“Katakanlah: Tidak akan menimpakan kami kecuali apa yang Allah telah
tuliskan untuk kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakal
orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah[9]: 51).
Allah SWT. juga berfirman:
“Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah
dan barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan Allah akan
memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Thaghabun[64]: 11)
Allah SWT. juga berfirman:
“Tidak ada suatu musibah yang turun di bumi juga yang menimpa
diri-diri kalian kecuali telah dituliskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Hadid[57]:
22)
Maka tidaklah seorang
hamba ditimpa satu musibah kecuali apa yang Allah telah tuliskan kepadanya.
Maka sungguh seorang hamba sangat butuh dalam kondisi seperti ini untuk selalu
memperbaharui keimanannya, memperbaharui keyakinannya terhadap takdir Allah
Subhanahu wa Ta’ala. Dan bahwasanya semua yang ditulis pasti terjadi. Dan apa
yang menimpa seorang hamba tidak akan meleset darinya dan apa yang meleset dari
seorang hamba tidak akan menimpanya dan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala
inginkan pasti terjadi dan apa yang Allah tidak inginkan tidak akan
terjadi.Apabila manusia berhadapan dengan persoalan lingkungan hidup saat ini,
mlluncullah pertanyaan yang mengungkapkan bahwa kenapa agama-agama besar di
dunia ini dengan ajaran moral dan peri kemakhlukannya, tidak atau kurang
berperan untuk ikut memecahkannya.


Thankyou🙏🏻
BalasHapus